Tanya-tanya Seputar Lisensi Pilot

Sama halnya dengan pengemudi di jalan raya yang harus memiliki SIM terlebih dahulu sebelum mengendarai mobil atau sepeda motor, pilot pun harus memiliki lisensi sebelum menerbangkan pesawat. Hanya saja, untuk memperoleh lisensi penerbangan Anda harus terlebih dahulu mengikuti pendidikan & pelatihan di sekolah pilot yang berlangsung selama 1 tahun lebih (tergantung masing-masing sekolah). Kalau untuk memperoleh SIM, Anda hanya melewati sejumlah tes. Lebih lanjut, berikut beberapa pertanyaaan seputar lisensi pilot:

Apa saja jenis lisensi untuk jadi pilot?

Ada banyak lisensi dalam dunia penerbangan, di antaranya sbb:

  • SPL atau Student Pilot License. SPL adalah lisensi yang paling dasar. Anda akan memperoleh lisensi ini ketika telah lolos dalam ujian ground school di sekolah penerbangan. Ketika telah memperoleh lisensi ini, Anda bisa mengikuti latihan penerbangan dengan simulator hingga pesawat.
  • PPL atau Private Pilot License. Ketika telah memperoleh sekitar 30 hingga 40 jam terbang, Anda bisa mengantongi lisensi PPL. Dengan catatan, Anda hanya diperolehkan menerbangkan pesawat untuk tujuan pribadi saja (bukan untuk dibayar). Di samping itu, terbangnya pun hanya pada siang hari.
  • CPL atau Commercial Pilot License. Lisensi CPL bisa Anda peroleh jika sudah memiliki sekitar 120 jam terbang. Lisensi ini merupakan salah satu modal bagi Anda untuk meniti karir. Pasalnya, Anda sudah diperbolehkan menerbangkan pesawat berpenumpang jika mengantongi lisensi CPL.
  • IR atau Instrument Rating. IR merupakan pelengkap dari lisensi CPL. Kalau sudah punya IR, jam terbang serta jarak tempuh dalam menerbangkan pesawat tidak lagi dibatasi. Anda bisa terbang pada siang atau malam hari bahkan dengan cuaca yang buruk sekalipun. Dibutuhkan hingga 20 jam untuk memperoleh lisensi ini.
  • MER atau Multi Engine Rating. MER merupakan lisensi yang membuktikan bahwa Anda telah berhasil menerbangkan pesawat bermesin ganda yang lebih sulit & rumit karena kinerja dari kedua mesinnya harus seimbang.

Apakah lisensi harus diambil sekaligus?

Sebetulnya, lisensi-lisensi tersebut tidak harus diambil sekaligus. Biasanya sekolah penerbangan akan menawarkan beberapa program pendidikan yakni

  • PPL
  • CPL + IR
  • PPL + CPL + IR
  • PPL + CPL + IR + MER
  • IR
  • MER

Kalau memang memiliki dana yang pas-pasan, Anda bisa ambil PPL dahulu baru kemudian menyusul CPL + IR dan seterusnya. Hanya saja, biaya yang harus dikeluarkan untuk mencicil lisensi ini jauh lebih mahal ketimbang memperolehnya sekaligus. Seiring berjalannya waktu, usia semakin bertambah sehingga berpotensi kalah saing dengan fresh graduate.

Apakah bisa menerbangkan semua pesawat jika sudah memiliki lisensi?

Meski Anda telah memiliki lisensi pilot, bukan berarti bisa menerbangkan semua jenis pesawat. Hanya pesawat yang tercantum dalam lisensi saja yang bisa Anda terbangkan. Makanya, Anda harus ambil type rating sebelum menerbangkan pesawat. Misalnya, akan menerbangkan pesawat Airbus A330 berarti Anda harus mengambil type rating A330.

Benarkah pemegang lisensi MER lebih cepat diterima kerja?

Yup, syarat untuk menjadi pilot airline adalah memiliki lisensi MER. Hal ini lantaran mereka pemegang lisensi MER lebih siap bekerja mengingat mayoritas armada maskapai penerbangan bermesin ganda seperti Airbus & Boeing. Makanya, jangan ragu lanjutkan pendidikan di sekolah pilot guna memperoleh lisensi MER.

Panduan Penting jika Ingin Masuk Sekolah Pilot

Masuk sekolah pilot adalah salah satu pilihan tepat untuk investasi masa depan. Di samping durasi pendidikan yang sangat pendek, juga kesempatan dalam memperoleh pekerjaan cukup luas. Bahkan, ketika sudah diteirma bekerja di airline dan menduduki jabatan misalnya sebagai first officer, gaji yang diperoleh pilot rata-rata 15-20 juta rupiah per bulan. Gaji tersebut tentu akan meningkat seiring jalan, baik ketika jam terbang bertambah maupun juga naik jabatan. Harapan agar dapat mengembalikan biaya pendidikan dalam waktu yang lebih cepat bukanlah sebuah mimpi. Untuk masuk sekolah pilot itu sendiri, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan supaya menjadi lulusan berkualitas dan banyak diperebutkan maskapai, sebagai berikut:

Temukan sekolah pilot mana yang terbaik untuk dipilih

Memilih sekolah pilot sebaiknya dipertimbangkan dengan matang-matang. Jangan gegabah karena melihat banyak keunggulan yang ditawarkan. Setiap sekolah tentu akan menerangkan kelebihan yang mereka punya, sedangkan kekurangan akan disimpan. Cari tahu apa keunggulan yang dimiliki sekolah, begitu juga kelemahannya. Jangan sampai setelah menjadi cadet dan mengikuti pendidikan baru menyesal dan ingin pindah sekolah. Tentu persoalan ini memicu pengeluaran biaya yang relatif besar.

Lihat bagaimana reputasi sekolah, baik itu dari segi fasilitasnya, apakah lengkap atau tidak, memadai atau kurang, simulator sekolah banyak dan mutakhir atau kuno, termasuk juga pesawat latih & bandara. Kalau pesawat latih jumlahnya sedikit sedangkan siswanya banyak termasuk cadet yang baru masuk, bukan tidak mungkin akan terbengkalai ketika latihan terbang karena harus menunggu antrian panjang. Belum lagi kalau menggunakan bandara umum, maskapai tentu akan mendahulukan operasional penerbangan pesawat komersial. Maka dar itu perlu menemukan sekolah yang benar-benar tepat untuk dipilih agar pendidikan yang dijalani bakal memuaskan.

Pertimbangkan lisensi yang tersedia

Lisensi sekolah pilot juga harus dipertimbangkan dengan tepat. Lisensi sangat mempengaruhi peluang karir bekerja di maskapai. Sekalipun airline di Indonesia banyak kekurangan pilot, namun pastinya harus memenuhi kualifikasi yang sudah ditentukan airline untuk mengemudikan pesawat dengan baik. Adapun lisensi tersedia dalam beberapa program yaitu PPL, CPL, IR, dan MER. Lisensi PPL ialah surat izin terbang pilot untuk pesawat kecil biasanya bersama keluarga, disewa, mengantar barang, dll.

Lisensi CPL ialah untuk izin pesawat komersial, IR dibolehkan menerbangkan pesawat dalam cuaca gelap misalnya di malam hari, dan MER adalah untuk izin penerbangan dengan mesin berganda. Maskapai penerbangan umumnya akan merekrut pilot salah satunya dengan syarat lisensi CPL yang berkapasitas puluhan penumpang. Namun, bila sudah memegang lisensi MER hal ini lebih diutamakan karena diyakini pilot siap kerja. Oleh karena itu lisensi yang dipilih juga harus dipikiran sebab rugi kalau harus menganggur. Akibatnya kapabilitas yang tidak memenuhi syarat harus melanjutkan kembali sekolah untuk mengambil lisensi berikutnya.

Pastikan kesiapan dana

Biaya pendidikan sekolah pilot pada dasarnya dikaitkan dengan program lisensi yang diambil. Contoh, kalau lisensi yang diambil ialah hanya sebatas IR, biaya sekolah sekitar 700 juta rupiah. Sementara kalau sampai lisensi MER biayanya bertambah 100 juta rupiah atau seluruhnya 800 juta rupiah. Semakin bagus lisensi yang dipilih maka biaya sekolah pun kian mahal. Hal ini membuat pendidikan yang dijalani memakan waktu lebih lama dan memperoleh skill yang lebih handal. Bagaimana dengan dana yang sudah direncanakan?

Selain beberapa hal di atas, bila ingin masuk sekolah pilot juga harus punya persiapan fisik, mental, dan juga ilmu pengetahuan yang bagus. Banyaknya pesaing dari berbagai daerah bahkan negara bisa membuat diri menjadi tersingkirkan jika tidak memenuhi syarat menjadi cadet pilot.