Penyebab Kecelakaan Pesawat Latih

Tidak ada satu pun siswa/i di sekolah pilot yang ingin mengalami nasib buruk dengan mengalami kecelakaan pesawat ketika sedang latihan. Ini adalah kejadian buruk yang bisa saja menyebabkan korban jiwa baik dari kadet maupun masyarakat di tempat kejadian. Oleh sebab itu, pihak sekolah pilot diharapkan untuk mencari solusi yang benar dan tepat untuk meminimalisir kejadian yang tidak diharapkan ini. Untuk menemukan solusi tersebut, jelas pihak sekolah harus tahu dulu apa saja penyebab dari kecelakaan pesawat latih itu sendiri. Apakah Anda tahu apa penyebabnya? Temukan jawabannya di bawah ini:

Landasan yang licin

Pihak sekolah memang melarang para kadet untuk melanjutkan latihan menerbangkan pesawat apabila turun hujan. Apa yang mereka lakukan memang benar tapi adakalanya hujan turun tiba-tiba ketika posisi pesawat masih berada di udara. Saat pesawat akan mendarat, lintasan masih basah dan cenderung licin. Untuk pilot berpengalaman dan profesional, tentu hal ini tidak akan menjadi masalah besar. Namun, untuk kadet pemula yang baru berlatih menerbangkan pesawat, kondisi landasan yang licin akan mempengaruhi kelancaran ketika mendarat. Saat-saat krusial ini, instruktur seharusnya memberikan arahan yang tepat. Namun, kurangnya pengalaman dari kadet tidak akan menutup kemungkinan bahwa pesawat akan tergelincir pada akhirnya. Hal inilah yang terjadi pada salah satu siswi sekolah penerbangan di Banyuwangi beberapa bulan yang lalu. Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan hebat pada pesawat tapi syukurnya siswi bisa selamat dan tidak mengalami luka berat.

Kerusakan mesin

Kerusakan mesin biasanya terjadi karena penggunaan yang berlebihan atau usia mesin yang memang sudah tua. Solusi untuk menghindari hal ini sebenarnya sangatlah gampang, yaitu perlu diadakannya perawatan setidaknya enam bulan sekali guna menjaga kinerja dan fungsi mesin. Masalahnya adalah tidak semua pihak sekolah melakukannya sesuai anjuran dan dengan optimal. Alhasil, walaupun sudah melalui masa maintenance, mesin pesawat tetap saja rusak. Untuk itu, dihimbau kepada pihak sekolah untuk melakukan perawatan mesin secara berkala dengan menggunakan jasa teknisi berpengalaman dan profesional di bidang ini agar hasilnya maksimal. Di samping itu, apabila ada keluhan dari instruktur atau pun kadet tentang performa pesawat, jangan diabaikan tapi segera dicek dan diperbaiki. Dengan begitu, kerusakan mesin tidak akan terjadi dan kecelakaan pesawat bisa dihindari.

Kepanikan dan ketakutan kadet

Kecelakaan pesawat latih sangat berkaitan erat dengan tingkat kepanikan dan ketakutan kadet ketika menerbangkan pesawat. Maksudnya seperti ini, apabila kadet terlalu panik dan takut, otomatis konsentrasi mereka akan berkurang dan mereka akan gagal fokus. Ini tentu sangat membahayakan mereka karena ketika hal ini terjadi, kemampuan mereka akan menurun drastis sehingga mereka pun melakukan kesalahan. Sebagai contoh, mereka yang seharusnya tidak terbang rendah, justru melakukan hal ini padahal sudah diperingati. Hal ini terjadi karena mereka tidak begitu mendengarkan dan terlalu panik dan takut dengan keadaan. Jika hal ini terus berlanjut, kecelakaan pesawat yang akan terjadi selanjutnya. Lalu apa yang harus dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengatasi masalah ini? Sebelum mengizinkan siswa mereka untuk menerbangkan pesawat, mereka harus mempersiapkan siswa/i mereka sebaik mungkin baik dari mental maupun kemampuan. Di samping itu, pastikan mereka ikut serta menerbangkan pesawat bersama instruktur agar mengetahui bagaimana atmospir ketika berada di ketinggian. Juga penting kiranya untuk memberikan semangat dan motivasi serta penjelasan tegas tentang dampak buruk yang bisa terjadi jika mereka tidak bisa mengatasi kepanikan dan ketakutan mereka.

Tanya-tanya Seputar Lisensi Pilot

Sama halnya dengan pengemudi di jalan raya yang harus memiliki SIM terlebih dahulu sebelum mengendarai mobil atau sepeda motor, pilot pun harus memiliki lisensi sebelum menerbangkan pesawat. Hanya saja, untuk memperoleh lisensi penerbangan Anda harus terlebih dahulu mengikuti pendidikan & pelatihan di sekolah pilot yang berlangsung selama 1 tahun lebih (tergantung masing-masing sekolah). Kalau untuk memperoleh SIM, Anda hanya melewati sejumlah tes. Lebih lanjut, berikut beberapa pertanyaaan seputar lisensi pilot:

Apa saja jenis lisensi untuk jadi pilot?

Ada banyak lisensi dalam dunia penerbangan, di antaranya sbb:

  • SPL atau Student Pilot License. SPL adalah lisensi yang paling dasar. Anda akan memperoleh lisensi ini ketika telah lolos dalam ujian ground school di sekolah penerbangan. Ketika telah memperoleh lisensi ini, Anda bisa mengikuti latihan penerbangan dengan simulator hingga pesawat.
  • PPL atau Private Pilot License. Ketika telah memperoleh sekitar 30 hingga 40 jam terbang, Anda bisa mengantongi lisensi PPL. Dengan catatan, Anda hanya diperolehkan menerbangkan pesawat untuk tujuan pribadi saja (bukan untuk dibayar). Di samping itu, terbangnya pun hanya pada siang hari.
  • CPL atau Commercial Pilot License. Lisensi CPL bisa Anda peroleh jika sudah memiliki sekitar 120 jam terbang. Lisensi ini merupakan salah satu modal bagi Anda untuk meniti karir. Pasalnya, Anda sudah diperbolehkan menerbangkan pesawat berpenumpang jika mengantongi lisensi CPL.
  • IR atau Instrument Rating. IR merupakan pelengkap dari lisensi CPL. Kalau sudah punya IR, jam terbang serta jarak tempuh dalam menerbangkan pesawat tidak lagi dibatasi. Anda bisa terbang pada siang atau malam hari bahkan dengan cuaca yang buruk sekalipun. Dibutuhkan hingga 20 jam untuk memperoleh lisensi ini.
  • MER atau Multi Engine Rating. MER merupakan lisensi yang membuktikan bahwa Anda telah berhasil menerbangkan pesawat bermesin ganda yang lebih sulit & rumit karena kinerja dari kedua mesinnya harus seimbang.

Apakah lisensi harus diambil sekaligus?

Sebetulnya, lisensi-lisensi tersebut tidak harus diambil sekaligus. Biasanya sekolah penerbangan akan menawarkan beberapa program pendidikan yakni

  • PPL
  • CPL + IR
  • PPL + CPL + IR
  • PPL + CPL + IR + MER
  • IR
  • MER

Kalau memang memiliki dana yang pas-pasan, Anda bisa ambil PPL dahulu baru kemudian menyusul CPL + IR dan seterusnya. Hanya saja, biaya yang harus dikeluarkan untuk mencicil lisensi ini jauh lebih mahal ketimbang memperolehnya sekaligus. Seiring berjalannya waktu, usia semakin bertambah sehingga berpotensi kalah saing dengan fresh graduate.

Apakah bisa menerbangkan semua pesawat jika sudah memiliki lisensi?

Meski Anda telah memiliki lisensi pilot, bukan berarti bisa menerbangkan semua jenis pesawat. Hanya pesawat yang tercantum dalam lisensi saja yang bisa Anda terbangkan. Makanya, Anda harus ambil type rating sebelum menerbangkan pesawat. Misalnya, akan menerbangkan pesawat Airbus A330 berarti Anda harus mengambil type rating A330.

Benarkah pemegang lisensi MER lebih cepat diterima kerja?

Yup, syarat untuk menjadi pilot airline adalah memiliki lisensi MER. Hal ini lantaran mereka pemegang lisensi MER lebih siap bekerja mengingat mayoritas armada maskapai penerbangan bermesin ganda seperti Airbus & Boeing. Makanya, jangan ragu lanjutkan pendidikan di sekolah pilot guna memperoleh lisensi MER.